Dapat Bantuan 1 Hektar Bibit Porang

Pemdes 03 Oktober 2021 15:28:37 WIB

Pringombo(SIDA)-Bahwa telah diadakan pemberkasan dan monev kegiatan porang dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Balai padukuhan Pringombo B Kalurahan Pringombo Kapanewon Rongkop Kabupaten Gunungkidul pada Sabtu, (02|10|2021).

Dalam pertemuan pemberkasan dan monev kegiatan porang di kalurahan Pringombo di hadiri dari :

Staf Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dari pusat (Diat Trantri), DPP Kab Gunungkidul Bid. Ketahanan Pangan (HK Adinoto), Koordinator BPP Rongkop (Suswaningsih), PPL BPP Rongkop (Lis Suryani), Lurah pringombo (Ermina Kristiani Susanti), ketua Gapoktan Kalurahan Pringombo (Wartono), dan pemanfaat bantuan bibit porang

Lurah Pringombo Ermina Kristiani Susanti menghaturkan terimaksih atas terkabulnya surat proposal bantuan bibit berjenis porang yang telah kami kirim pada tanggal 29 Agustus 2021 yang lalu, bantuan sebanyak kurang lebih 22.500 benih bibit porang ini untuk luas lahan 1 hektar berharap semoga menjadi berkembang nantinya waluapun ini awal baru percobaan tanaman porang ini bisa dibudidayakan oleh masyarakat petani kalurahan pringombo.

"Bantuan bibit porang dari Pemerintah ini agar dimanfaatkan dengan baik, baik itu administrasi maupun perkembangannya tanaman porang tersebut harus dilaporkan kepada Dinas terkait dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Ermina Kristiani Susanti, Sabtu (02|10|21).

"Porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh dalam hutan atau bisa tumbuh di bawah pepohonan. Porang merupakan tumbuhan semak (herba) yang berumbi dalam tanah. Umbi porang berpotensi memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan dapat dengan mudah diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," papar Hk Adinoto bagian bidang ketahanan pangan dari DPP kab Gunungkidul.

Bantuan ini tidak hanya bibit saja namun juga ada bantuan pupuk organik, namun sebelum bibit turun dimohon pemanfaat, untuk persiapan lahan dan jarak tanam pada lahan produksi, jarak tanam disarankan 50 cm x 100 cm, dimana 100 cm adalah jarak antar puncak pematang, dan lebar pematang mencapai 50 cm, tambahnya.

Kemudian setelah pemberkasan selesai dilakukan pengecekan lokasi lahan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • M.E.Gultom
    Semoga masyarakat Gunung Kidul dapat menikmati air...baca selengkapnya
    20 Desember 2023 22:03:19 WIB
  • M.E.Gultom
    Semoga menjadi berkah bagi yg menerima dan yg memb...baca selengkapnya
    20 Desember 2023 21:58:16 WIB

  • Semoga bisa mengatasi kekurangan air bersih warga ...baca selengkapnya
    07 Januari 2019 14:11:13 WIB
  • kardiyono
    Pripun mas SID Pringombo...baca selengkapnya
    09 Maret 2018 11:36:03 WIB
  • MIFTAKHL HUDA
    Maju terus....pantang mndur !!!!!!!...baca selengkapnya
    05 Januari 2018 09:23:22 WIB
  • calvina
    Selamat siang, saya Calvina dari event organizer J...baca selengkapnya
    13 Juni 2017 11:21:32 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial